21 July 2026 Admin Redaksi BLORA – Sudutteras.com Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, berujung petaka. Sebanyak 19 siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi paket makanan yang disediakan oleh lembaga penyedia. Lima di antaranya bahkan harus mendapatkan penanganan intensif karena kondisi yang terus memburuk. Pihak sekolah mengonfirmasi bahwa gejala klinis mulai bermunculan sesaat setelah para siswa menghabiskan menu makan siang yang dibagikan pada Senin (20/7/2026). Menurut penjelasan salah satu guru pendamping, indikasi awal adanya ketidakberesan pada makanan sebenarnya sempat terdeteksi oleh pihak pengajar. Guru sempat menaruh curiga pada salah satu wadah lauk (omreng) yang mengeluarkan aroma tidak sedap serta menunjukkan perubahan tekstur dan warna yang tidak lazim. “Begitu ada laporan mengenai salah satu wadah yang diduga bau dan tekstur warnanya berbeda, kami langsung menginstruksikan untuk menghentikan konsumsi. Namun, karena sebagian anak sudah terlanjur meminum susu dan memakan hidangan tersebut, efek sampingnya tetap muncul,” ujar perwakilan guru SDN Sendangrejo saat ditemui di lokasi penanganan medis. salah seorang guru SDN Sendangrejo memberikan keterangan Berdasarkan data klinis sementara, mayoritas korban mengeluhkan gejala serupa, yakni nyeri perut hebat yang disertai mual. Beberapa siswa bahkan dilaporkan mengalami muntahmuntah berulang hingga tiga kali selama berada di area sekolah, sementara yang lainnya mengeluhkan pusing akut. Melihat situasi yang kian genting, pihak sekolah bergerak cepat mengevakuasi seluruh siswa yang bergejala ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat guna mendapatkan pertolongan pertama dan mencegah fatalitas. Fokus pada Dugaan Kontaminasi Susu Kemasan Meskipun sampel makanan masih harus melalui uji laboratorium forensik, pihak sekolah menduga kuat bahwa susu kotak kemasan rasa cokelat yang menjadi bagian dari paket menu tersebut menjadi pemicu utama keracunan. Sementara itu, untuk komponen makanan berat lainnya, pihak sekolah belum dapat memberikan kepastian sebelum ada hasil resmi dari otoritas kesehatan. Diketahui, paket menu MBG yang didistribusikan oleh SPPG Bogowanti pada hari itu terdiri dari beberapa komponen: Susu kotak rasa cokelat Telur utuh rebus Tumis kacang panjang yang dikombinasikan dengan tempe Nasi putih Buah potong sebagai pelengkap Kasus ini kini dalam pengawasan ketat pihak Dinas Kesehatan dan aparat penegak hukum setempat. Penyelidikan mendalam tengah dilakukan untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran standar higienitas (sanitasi) dalam proses produksi atau distribusi logistik pangan massal ini. Post navigation Misteri di Balik Aliran Bengawan Solo: Tim SAR Evakuasi Jasad Korban Tenggelam Blora Setelah Pencarian Intensif Dugaan Pelanggaran Spesifikasi Program MBG Blora: Minyak Goreng Bersubsidi Menyusup ke Dapur Premium