21 July 2026 Admin Redaksi BLORA — Sudutteras.com Siang menjelang sore yang tenang di Dukuh Turi seketika berubah mencekam. Kobaran api yang diduga kuat bersumber dari bediang—perapian tradisional untuk menghalau nyamuk ternak—mengamuk dan menghanguskan empat unit rumah warga di RT 03 RW 03, Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, pada Senin (20/7/2026) sore. Kendati tidak menelan korban jiwa, amuk si jago merah yang berlangsung cepat ini menyisakan kerugian materiil yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Petaka bermula ketika percikan api dari bediang merembet ke dinding rumah yang mayoritas berbahan kayu. Kondisi cuaca kemarau dan material bangunan yang mudah terbakar membuat kobaran api dengan cepat membesar, melumat bangunan di sekitarnya. Merespons situasi darurat tersebut, Kepala Dusun Turi, Suroto, langsung melayangkan laporan resmi pada pukul 15.24 WIB. Tak berselang lama, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Randublatung tiba di lokasi kejadian pada pukul 15.50 WIB dan langsung melakukan lokalisasi api. Setelah berjibaku melawan kobaran api selama lebih dari satu jam, tim gabungan akhirnya berhasil menjinakkan api sepenuhnya hingga proses evakuasi selesai pada pukul 17.00 WIB. Dampak kebakaran ini membawa nestapa bagi dua warga setempat yang berprofesi sebagai petani, yakni Pariyo dan Rame. Karakteristik rumah kayu tradisional khas Blora membuat struktur bangunan cepat arang menjadi abu. Pariyo harus merelakan tiga unit rumahnya yang berstruktur kayu jati dan berlantai papan mengalami kerusakan berat dengan taksiran kerugian mencapai Rp200 juta. Sementara itu, satu unit rumah milik Rame yang berstruktur kayu dengan lantai tanah hangus tak bersisa, menimbulkan kerugian sekitar Rp80 juta, sehingga total kerugian materiil dari musibah ini diestimasikan menembus Rp280 juta. Keberhasilan melokalisasi titik api agar tidak merembet ke permukiman padat lainnya tidak lepas dari respons cepat armada taktis di lapangan. Petugas mengerahkan satu unit mobil Damkar dan satu unit mobil suplai dari Pos Damkar Randublatung, serta diperkuat oleh satu unit mobil pemadam dari Pertamina EP Cepu. Operasi pemadaman ini melibatkan unsur gabungan yang solid dari Polsek Randublatung, Koramil Randublatung, Satpol PP Kecamatan Randublatung, Damkar Satpol PP, Pemerintah Desa Kutukan, hingga tim tanggap darurat Pertamina EP Cepu. Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan Randublatung, Sugiyanto, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut dan mengapresiasi soliditas tim di lapangan. Ia bersyukur api dapat segera dipadamkan dan tidak merembet ke rumah warga lainnya, serta menegaskan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah penanganan selanjutnya. Tragedi ini menjadi alarm keras bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang masih kerap menggunakan perapian terbuka di sekitar rumah atau kandang ternak. Mengingat saat ini wilayah tersebut tengah memasuki musim kemarau, potensi terjadinya kebakaran akibat kelalaian meningkat tajam. Sugiyanto secara tegas mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan dan meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan api serta segera melapor jika melihat insiden serupa agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Post navigation Dugaan Pelanggaran Spesifikasi Program MBG Blora: Minyak Goreng Bersubsidi Menyusup ke Dapur Premium